Cara Membangun Karakter Pada Anak Usia Dini

Membangun karakter anak

 

Pendidikan karakter untuk usia dini disesuaikan dengan perkembangan moral pada anak. Menurut teori piaget yaitu pada tahap awal anak belum mengenal aturan, moral, etika, dan susila. Kemudian, berkembang menjadi individu yang mengenal aturan, moral, etika, dan susila dan bertindak sesuai aturan tersebut. Pada akhirnya, moral, aturan tersebut. Pada akhirnya, moral, aturan, etika dan susila ada dalam diri setiap anak di mana perilaku ditentukan oleh pertimbangan moral dalam dirinya bukan oleh aturan atau oleh kebenaran yang lain meskipun  tidak ada orang lain, ia malu melakukan hal-hal yang tidak etis, asusila, dan moral. Jadi,untuk anak PAUD dan TK, pada tahap ini ada banyak aturan, etika, dan norma yang anak tidak tau dan anak belum bisa memahaminya. Untuk itu pendidikan karakter di TK baru dalam tahap pengenalan dan pembiasaan berperilaku sesuai norma, etika, dan aturan.

Membangun karakter anak perlu dikenalkan sejak dini dengan cara-cara yang sederhana. Misalnya, anak diajak membuat bendera merah putih dari kertas lalu guru bercerita tentang arti bendera merah putih. Di samping itu, anak juga dikenalkan dengan nilai moral seperti; hormat, jujur, murah hati, tekun, sabar, perhatian, kerjasama, toleransi, kerja keras, tanggung jawab dan dapat dipercaya.

Bagaimana cara membangun karakter pada anak usia dini?

Cara membangun karakter untuk anak usia dini dilakukan melalui pembiasaan dan juga melalui kegiatan inti. Pengenalan melalui pembiasaan dilakukan melalui kegiatan keseharian, seperti mencuci tangan dan berdoa sebelum dan sesudah makan, bercermin dan merias diri, menyisir rambut, dan menata baju, membersihkan dan menata kelas sebelum pulang, berkebun, menanam pohon, dan merawat binatang. 

Pengenalan melalui kegiatan inti dilakukan melalui kegiatan yang lebih menyenangkan, bermain, simulasi, dan kreasi sesuai dengan perkembangan anak dan tema. Sebagai contoh, tema “Hari Pahlawan” digunakan untuk mengembangkan sifat kepahlawanan anak-anak. Tema “Hari Kartini” dapat digunakan untuk mengembangkan sikap persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria dan semangat kaum wanita untuk sekolah setinggi mungkin. Tetapi kenyataannya masih banyak guru yang  mengajarkan karakter dengan cara berbicara dan mengajak berdiskusi.

Peran guru di dalam pendidikan karakter memiliki peran penting, bukan hanya mengajarkan anak mengenal karakter, tetapi memberi contoh dan membantu anak melakukan karakter dalam bentuk perbuatan yang baik karena anak suka meniru apa yang dilakukan gurunya. Beberapa peran penting yang harus diketahui guru TK dan calon guru TK untuk mengembangkan pendidikan karakter untuk anak, yaitu sebagai berikut:

  • Membacakan cerita dan mengajak anak memilih nilai-nilai moral yang baik dan yang buruk yang ada di dalam cerita tersebut.

  • Memberikan contoh yang baik dan menjelaskan kepada anak.

  • Mengajak anak berbagi pekerjaan menata dan membersihkan kelas dan membicarakan pentingnya tanggung jawab.

  • Mengunjungi panti asuhan, panti jompo, dan membahas arti kasih sayang dan kepedulian sosial.

  • Berkebun, menanam, dan menyirami tanaman, serta memberi makan binatang dan membahas arti kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Tuhan.

  • Membantu, mendorong dan memberi apresiasi siswa untuk berbuat baik sebagai bentuk pembiasaan sehari-hari.

  • Menginformasikan kepada orangtua tentang karakter, nilai dan sikap yang sedang dikembangkan dan meminta bantuan orang tua untuk mendorong anak melakukannya di rumah, dan sebagainya.

Pendidikan karakter perlu diperkenalkan kepada anak sejak usia dini mengingat perlakuan yang diberikan kepada anak di usia dini akan melekat di dalam diri anak. Karakter yang diperkenalkan meliputi nilai moral dan nasionalisme melalui cara-cara sederhana yang mudah dilakukan anak. TK sebaiknya mencanangkan karakter yang dikembangkan di sekolah dan disosialisasikan kepada guru dan orangtua. Guru selanjutnya memberi contoh karakter yang baik agar dapat dicontoh dan ditiru oleh anak-anak.

0 komentar